Kalangan pengusaha sangat
berharap Joko Widodo dan Jusuf Kalla benar-benar bisa melakukan
reformasi birokrasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Agung Pambudi
menuturkan, reformasi birokrasi tidak hanya terlihat dari struktur
kabinet yang lebih ramping, sehingga menghemat anggaran. Namun, lebih
dari itu reformasi birokrasi menunjukkan seberapa efisien struktur yang
ada tersebut bisa bekerja.
"Kalau kita ngomongin
reformasi birokrasi itu sudah sampai berbusa-busa. Satu saja kuncinya,
transparansi," kata Agung ditemui di Gedung APINDO Training Centee,
Jakarta, Selasa (16/9/2014).
Agung yang juga menjabat Direktur
Eksekutif Komite Pemantauaan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) itu
juga menjelaskan persoalan yang kerap muncul adalah program yang
dilakukan Kementerian/Lembaga tidak efisien.
Persoalan kedua
yang juga sering muncul adalah tidak nyambungnya antara rencana program
dengan anggaran yang diajukan. Lalu ketiga, kata Agung adalah soal
eksekusi yang lemah.
"Untuk mengatasi ketiga ini, perlu
transparansi. Bagaimana caranya agar transparan? Jawabannya satu. Perlu
satu perintah tunggal Presiden dan Wapres untuk seluruh K/L itu
meng-upload program, anggaran, kegiatan dan orang-orang yang terlibat di
dalamnya," jelas Agung.
Dengan cara itu, lanjut dia, reformasi
birokrasi bukan hanya menjadi urusan birokrat. Reformasi birokrasi
menjadi terlalu besar jika hanya diurusi birokrasi. "Dengan begitu,
reformasi birokrasi akan menjadi agenda sosial. Itu yang kita harap.
Saya yakin kalau di-upload, 10 persen lebih masalah birokrasi
terselesaikan," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar